HomeNewsSaham Twitter Diperdagangkan Jauh di Bawah Harga Penawaran Musk

Saham Twitter Diperdagangkan Jauh di Bawah Harga Penawaran Musk

Mircea Vasiu

Pada bulan April, Twitter menerima tawaran pengambilalihan senilai $44 miliar dari orang terkaya di dunia, Elon Musk. Tetapi berita baru-baru ini mengatakan bahwa Musk ingin keluar dari perjanjian tersebut, membuat harga saham Twitter melemah. Jadi, haruskah Anda membelinya, mengingat harganya jauh di bawah harga penawaran Musk?

Bulan lalu, pasar dikejutkan oleh pengumuman yang dibuat oleh Elon Musk, CEO Tesla. Dia mengungkapkan rencana untuk menjadikan Twitter pribadi dan mengajukan tawaran pengambilalihan $44 miliar.

Lebih tepatnya, setiap pemegang saham harus mendapatkan $54,20/saham berdasarkan perjanjian.

Menurut dokumen yang dberikan ke SEC (Komisi Sekuritas dan Pertukaran), Elon Musk bersikeras bahwa ini adalah penawaran terakhir dan satu-satunya. Dan dewan Twitter harus menerimanya.

Jadi, dewan memang menerimanya. Hanya saja kesepakatan tersebut sekarang tertahan, karena Musk ingin menjauh dari kesepakatan tersebut,

Bisakah dia melakukan itu? Jika tidak, apakah aman untuk membeli saham Twitter, mengingat saat ini mereka diperdagangkan dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga penawaran pada saat engambilalihan?

Mengapa Elon Musk ingin menjauh dari tawaran pengambilalihan?

Jumat lalu, pernyataan dari Elon Musk mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan kembali tawaran tersebut. Lebih tepatnya, tawaran ditahan hingga Twitter dapat membuktikan bahwa hanya 5% penggunanya yang merupakan bot.

Ini dianggap penting bagi Elon Musk untuk rencana monetisasi Twitter di masa depan. Tetapi juga menunjukkan bahwa Elon Musk tidak melakukan uji tuntas sebelum tawaran pengambilalihan.

Selain itu, tampaknya Elon Musk mengabaikan uji tuntas bisnis dalam membuat penawarannya.

Sejak tawaran pengambilalihan tersebut, sektor teknologi telah turun tajam. Namun, saham Twitter tidak, terutama karena kesepakatan yang akan datang.

Karena Elon Musk menjanjikan saham Tesla untuk membiayai kesepakatan Twitter tersebut, penurunan membuat Twitter lebih mahal dan juga memberi tekanan pada saham Tesla. Oleh karena itu, mungkin itulah alasan sebenarnya mengapa Elon Musk ingin keluar dari kesepakatan tersebut.

Bisakah dia melakukannya begitu saja?

Iya dan tidak. Biasanya, ini adalah strategi untuk menegosiasikan kembali harga yang lebih baik.

Tetapi apakah Musk mungkin tidak akan lolos dari kesepakatan tanpa biaya? Akankah dia membayar $1 miliar seperti yang disepakati jika kesepakatan tidak berlanjut? Atau akankah kita melihat pertarungan hukum jangka panjang yang hanya akan merugikan pemegang saham dan perusahaan?

Apakah sudah waktunya untuk membeli saham Twitter, atau terlalu berisiko?

Seperti yang ditunjukkan grafik di bawah ini, saham Twitter diperdagangkan jauh lebih rendah dari $54,20 sebelum pengumuman pengambilalihan. Tanpa pengambilalihan tersebut, harga saham Twitter mungkin akan turun bersama dengan sektor teknologi.

Tetapi setelah diperdagangkan mendekati harga penawaran, harga saham Twitter jatuh Jumat lalu di tengah berita bahwa kesepakatan tersebut ditahan. Para pemegang saham tahu bahwa risikonya di sini adalah bahwa pertempuran hukum yang panjang mungkin akan dimulai. Juga risiko lain adalah bahwa kedua belah pihak akan menyepakati harga yang lebih rendah.

Dalam kedua kasus, terlalu berisiko untuk terlibat dalam urusan ini sekarang. Apa pun bisa terjadi, dan tidak ada garis waktu yang jelas kapan cerita tadi akan berakhir.