HomeNewsSorotan Pasar: Alasan 3 Saham Berikut Menjadi Tren di Akhir Minggu

Sorotan Pasar: Alasan 3 Saham Berikut Menjadi Tren di Akhir Minggu

Ruchi Gupta

  • Pasar ekuitas anjlok pada hari Jumat saat inflasi AS mencapai level tertinggi baru dalam 40 tahun
  • JPMorgan menurunkan peringkat Chevron sementara Buckle melampaui estimasi penghasilan Q4
  • Pearson menolak proposal pengambilalihan senilai $9,16 miliar

Pasar ekuitas anjlok saat inflasi AS mencapai rekor tertinggi

Minggu lalu pasar ekuitas global turun signifikan menyusul pengumuman bahwa inflasi konsumen di AS telah mencapai level tertinggi baru dalam 40 tahun di angka 7,9%. Selain inflasi, pasar ekuitas juga terpengaruh menyusul pengumuman Bank Sentral Eropa yang mempercepat penghentian program pembelian aset stimulusnya.

Wall Street turun karena data inflasi dan kehilangan sebagian besar dari kenaikannya yang dipicu reli pada sesi sebelumnya. Juga, saham pasar eropa turun dengan sesi penurunan paling banyak dicapai setelah pengumuman mengejutkan dari ECB.

JPMorgan menurunkan peringkat Chevron menjadi Jual

Saham Chevron Corporation (NYSE: CVX) telah naik 40% sejak awal tahun, tetapi Phil Gresh dari JPMorgan berpikir ini adalah kenaikan tertinggi yang dapat dicapai raksasa minyak tersebut untuk beberapa waktu. Akibatnya, Gresh menurunkan peringkat saham tersebut menjadi Jual pada hari Jumat dan menetapkan target harga $169. Ini adalah seruan yang berani mengingat konflik Rusia-Ukraina telah menyebabkan kenaikan harga minyak ke level harga yang menjadi rekor.

Analis tersebut merasa bahwa saham Chevron cukup dihargai $170, tetapi dirinya optimistis terhadap pesaing seperti Occidental, Imperial, Exxon, Cenovus, dan lainnya. Gresh memprediksi harga minyak Brent rata-rata $90 tahun ini.

Buckle melampaui estimasi penghasilan Q4.

Saham Buckle Inc. (NYSE: BKE) naik hampir 1% setelah retailer pakaian itu mengumumkan penghasilan Q4 yang melampaui perkiraan. Perusahaan melaporkan laba bersih $83,9 juta atau $1,69 per saham dibandingkan dengan $65,6 juta atau $1,33 per saham tahun lalu. Penjualan naik 20% YoY menjadi $380,9 juta. Analis memperkirakan angka penjualan di $380,9 dan EPS $1,48.

Penjualan digital naik 10,5%, sementara penjualan toko yang sebanding meningkat 20%, menurut ekspektasi analis.

Pearson tolak tawaran akuisisi senilai $9,16 miliar dari Apollo Global

Saham Pearson Plc naik 20% pada hari Jumat, dan perusahaan menolak tawaran pengambilalihan senilai $9,16 miliar dari Apollo Global Management Inc. Perusahaan mengindikasikan bahwa tawaran perusahaan ekuitas swasta tersebut sebesar 854,2 pence per saham sangat meremehkan perusahaan.

Dewan perusahaan dengan suara bulat menolak proposal tersebut. Ini akan menjadi kedua kalinya Pearson menolak proposal dari perusahaan ekuitas tersebut. Pada bulan November, Apollo Global mengusulkan untuk mengakuisisi Pearson dengan harga 800 pence per saham.