HomeNews3 Alasan Fed akan Menaikkan Suku Bunga Tanpa Takut Melukai Pasar Saham

3 Alasan Fed akan Menaikkan Suku Bunga Tanpa Takut Melukai Pasar Saham

Mircea Vasiu

Pasar saham menuju minggu penurunan lainnya menyusul ketakutan investor akan tindakan Fed untuk menurunkan inflasi. Tetapi mungkinkah The Fed akan melakukan pengetatan yang lebih agresif lagi?

$1,5 triliun telah “menguap” dari pasar saham tahun ini, dan penurunan tersebut akan berlanjut. Indeks Nasdaq 100 diperdagangkan menuju wilayah pasar bearish, turun lebih dari -28% YTD.

Selain itu, indeks S&P 500 berada di jalur menuju penurunan beruntun mingguan terpanjang sejak 2001. Indeks tersebut tidak melewati titik penurunan -20%, tetapi berada sangat dekat dengannya.

Jika ditanya, investor akan menyalahkan The Fed. Selalu The Fed, tidak peduli ke mana arah pergerakan pasar.

Pelaku shorting menyalahkan The Fed karena terlalu banyak melakukan pelonggaran pada ekonomi yang kuat dalam perjalanannya menuju ke atas. Dalam perjalanan menuju ke bawah, investor saham menyalahkan The Fed karena terlalu banyak melakukan pengetatan dan terlalu cepat serta merugikan saham.

Tetapi semua orang harus ingat bahwa Fed tidak memiliki mandat untuk menjaga agar saham tetap berada pada posisi yang tinggi. Sebaliknya, Fed memiliki mandat untuk menjaga stabilitas harga – dan mandat itu dalam bahaya.

Jadi apakah The Fed akan menaikkan suku bunga bahkan jika itu merugikan pasar saham? Berikut adalah dua alasan mengapa mereka akan melakukannya:

  • Konsekuensi politik dari tidak berurusan dengan inflasi
  • Terlalu sedikit kenaikan suku bunga yang diperhitungkan

Konsekuensi politik dari inflasi yang tinggi

Inflasi di AS telah mencapai level tertinggi selama empat dekade. Meskipun benar-benar luar biasa, The Fed bersikeras bahwa inflasi hanya berlansung sementara beberapa bulan yang lalu.

Hanya saja hal tersebut tidak demikian, sehingga merusak kredibilitas The Fed. Dan, bersama dengan itu, kredibilitas mereka yang melakukan pemeriksaan pada Pimpinan Fed.

Dengan tingkat penerimaan Presiden Biden yang dipengaruhi oleh inflasi, The Fed akan berada di bawah tekanan konstan untuk melakukan sesuatu tentang hal tersebut. Dan mereka akan melakukannya.

Pelaku pasar menilai kenaikan suku bunga terlalu sedikit

Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Bank of America, investor mengharapkan kenaikan suku bunga 7,9 selama siklus pengetatan ini. Meskipun ini cukup hawkish dari Fed, perhitungan sederhana memberi tahu kita bahwa pelaku pasar telah memperhitungkan bahwa kenaikan suku bunga terlalu sedikit.

Jika satu kenaikan suku bunga sebesar 25bp, maka Fed sudah melakukannya 3 kali dan akan melakukannya 4 kali lagi dalam dua pertemuan mendatang. Artinya, pada bulan Juli, The Fed telah melakukan 7 kali kenaikan suku bunga.

Namun, survei menunjukkan bahwa 25% dari para manajer investasi percaya bahwa Fed akan menyerah dan hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak 6 kali sementara 10% percaya bahwa Fed hanya akan melakukannya sebanyak 4 kali.

Oleh karena itu, ada perbedaan antara apa yang telah dijanjikan The Fed dan apa yang diperkirakan oleh beberapa pelaku pasar. Dengan demikian, pasar saham akan mengalami kesulitan untuk bangkit dari posisi terendah.