HomeNike

Cara Membeli Saham Nike di Tahun 2021

Nike logo
Nike (NKE)
...
Perubahan 24 jam
...
exchange
...

Tidak ada perusahaan yang lebih layak daripada Nike untuk menyandang nama dewi kesuksesan Yunani ini. Dari sebuah awal yang sederhana di Oregon, Nike telah berkembang menjadi sebuah merek global dengan 1.026 toko retail di seluruh dunia.

Nike merupakan pemasok sepatu dan pakaian atletik terkemuka di dunia serta manufaktur utama perlengkapan olahraga. Dalam 10 tahun terakhir, Nike telah berhasil meraih pendapatan $306 miliar, menyaingi rekan-rekannya dengan margin yang lebar. Nike menjadi merek pakaian paling bernilai di dunia, dengan valuasi $39,1 miliar. 

Nike masuk ke publik pada 1980 dan bertrading di Bursa Saham New York di bawah ticker ‘simbol’ NKE.

Panduan ini menunjukkan Anda bagaimana (dan mengapa) perlu membeli saham Nike setelah mempertimbangkan berbagai analisis teknis dan faktor fundamental.

Cara Membeli NKE Saham dalam 5 Langkah Mudah

  1. 1
    Kunjungi eToro melalui tautan di bawah ini dan daftar dengan mengisi detail Anda pada kolom yang diperlukan.
  2. 2
    Isi semua data pribadi Anda dan isi kuesioner dasar untuk tujuan informasi.
  3. 3
    Klik 'Deposit', pilih metode pembayaran favorit Anda dan ikuti instruksi untuk mendanai akun Anda.
  4. 4
    Cari saham favorit Anda dan cek statistiknya. Setelah Anda siap untuk berinvestasi, klik 'Trade'.
  5. 5
    Masukkan jumlah yang ingin Anda investasikan dan konfigurasikan perdagangan Anda untuk membeli saham.

Semua Hal Yang Perlu Anda ketahui Tentang Nike

Kita memulai dengan memberi Anda gambaran singkat mengenai Nike sebagai sebuah perusahaan, dengan melihat sejarah perusahaan, model bisnis, strategi, bagaimana ia menghasilkan pendapatan, dan bagaimana kinerja keuangannya dalam lima tahun terakhir. Ini akan membantu Anda dalam mengambil keputusan-keputusan investasi yang kuat atas saham perusahaan.

Sejarah Nike

Nike merupakan hasil pemikiran Bill Bowerman, seorang pelatih olahraga lari di Universitas Oregon, dan mantan muridnya Phil Knight. Perusahaan dimulai sebagai Blue Ribbon Sports pada 1964, membuka toko retail pertamanya di tahun 1966.

Bowerman dan Knight meluncurkan sepatu bermerek Nike pada 1972 dan mengganti nama perusahaan Nike, Inc. pada 1978 mengikuti kesuksesan produk sepatunya. Perusahaan menjadi pemasok sepatu dan pakaian atletik terkemuka di dunia serta manufaktur utama perlengkapan olahraga. Karena diasosiasikan dengan kesuksesan dalam bidang olahraga, merek Nike telah menjadi sebuah simbol status dalam mode urban modern.

Kantor pusat berlokasi di dekat Beaverton, Oregon. Pada 2020, perusahaan telah mempekerjakan sekitar 76.700 karyawan di seluruh dunia. Tahun lalu, Nike bernilai lebih dari $32 miliar, menjadikannya merek paling bernilai di antara semua bisnis olahraga. Nike masuk publik pada 1980 di Bursa Saham New York di bawah simbol NKE.

Apa Strategi Nike?

Nike memiliki model bisnis market massa tanpa memberikan perbedaan yang signifikan pada segmentasi pelanggan. Perusahaan membidik para konsumen yang tertarik pada peralatan alas kaki, pakaian, dan olahraga atletik. Nike mengandalkan kualitas, inovasi, dan status merek untuk menjual produk-produknya ke konsumen di berbagai kategori kelompok usia dan sosial.

Toko-toko fisik/tradisional ‘brick-and-mortar’ memberikan hasil yang besar bagi penjualan perusahaan, khususnya toko-toko bermerek Nike. Perusahaan memiliki jaringan penjualan yang luas, dengan lebih dari ribuan toko fisik di seluruh dunia.

Namun, karena pandemi COVID-19, Nike telah beralih ke perdagangan elektronik ‘e-commerce’. Bisnis perdagangan elektroniknya melayani lebih dari 45 negara dan berada pada jalur yang patut diperhitungkan dengan 50% penjualan di tahun-tahun mendatang.

Nike juga berinvestasi lebih banyak lagi di opsi penjualan yang dilakukan secara digital. Baru-baru ini, Nike meluncurkan aplikasi SNKRS yang populer untuk meningkatkan penjualan online. Gerakan ini akan memangkas biaya operasional perusahaan dalam jangka panjang dengan mengurangi ketergantungannya pada mitra pihak ketiga dan menjangkau konsumen kalangan muda secara langsung. Nike telah menguji format-format streaming langsung baru yang sudah populer di Asia.

Bagaimana Nike Menghasilkan Uang?

Nike menghasilkan uang terutama dari penjualan alas kaki melalui grosir yang mendistribusikan merek Nike ke seluruh dunia. Perusahaan memperoleh penghasilan $2,54 miliar dari pendapatan sebesar $35,53 miliar pada 2020. Segmen alas kaki Nike tetap menjadi yang paling menguntungkan bagi perusahaan dan ia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Segmen ini menyumbang 66% ($23,3 miliar) dari pendapatan perusahaan di tahun 2020. Segmen pakaian Nike menjadi kedua terbesar, menghasilkan sekitar $11 miliar untuk pendapatan seluruh dunia. Penjualan dari segmen peralatan memberikan hasil yang paling sedikit bagi perusahaan.

Amerika Utara merupakan pasar utama perusahaan. Wilayah ini menghasilkan 40,7% dari total pendapatan perusahaan dengan penjualan kotor sebesar $14,48 miliar. Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menjadi pasar terbesar kedua sedangkan wilayah Asia Pasifik dan Amerika Latin–yang memberikan 14% dari pendapatan total perusahaan–merupakan yang terkecil. Nike dipasok oleh sekitar 127 pabrik alas kaki di 15 negara, semua berada di luar Amerika Serikat.

Bagaimana Kinerja Nike dalam Beberapa Tahun Terakhir?

Seperti yang tampak pada grafik, saham Nike dihargai pada 223,4% dalam lima tahun hingga Mei 2021. Antara pertengahan 2016 dan pertengahan 2017, saham berkinerja buruk, dengan harga saham secara konsisten menyentuh rentang resistance di $57 hingga $59. Namun, dari Oktober 2017 ketika saham menembus resistance di $59,08, Nike berada di lintasan ke atas, hanya mengalami kemunduran kecil dalam pergerakannya.

Pada Maret 2020, saham Nike merosot ke level terendahnya dalam dua tahun karena pandemi dan saham menyentuh $67,45. Lalu, saham kembali menguat hampir 100%.

Saat ekonomi dibuka kembali dan jumlah vaksin terus meningkat, saham-saham seperti Nike tentunya akan diuntungkan dari pengeluaran konsumen yang didorong oleh rangsangan, tingkat penghematan yang tinggi, dan permintaan konsumen yang terpendam. Harga saham diperkirakan meningkat hingga akhir 2021 melihat hasil yang mengesankan dari kuartal pertama.

Analisis Fundamental Nike

Analisis fundamental adalah suatu metode pengevaluasian suatu aset untuk mengetahui nilai sebenarnya. Ini merupakan suatu cara untuk memastikan nilai intrinsik keamanan (misalnya suatu saham). Analisis fundamental melihat saham secara holistik karena ia mempertimbangkan semua faktor yang dapat memengaruhi nilai saham. Analisis fundamental bertujuan untuk membandingkan harga saham dengan nilai intrinsiknya untuk menentukan apakah saham undervalued ‘terlalu murah’ atau overvalued ‘terlalu mahal’.

Analisis fundamental mencakup faktor-faktor makroekonomi, seperti kondisi ekonomi dan industri, serta faktor-faktor mikroekonomi, seperti efektivitas manajemen perusahaan. Para analis melihat keadaan ekonomi keseluruhan dan kekuatan industri tertentu sebelum berfokus pada kinerja perusahaan individu untuk mencapai nilai pasar saham yang wajar.

Para analis menggunakan metrik tertentu untuk melaksanakan analisis fundamental atas suatu saham. Metrik-metrik tersebut termasuk rasio price/earnings ‘harga/laba’ (P/E), pendapatan, laba, earnings-per-share ‘laba per saham’ (EPS), imbal hasil dividen, dan arus kas.

Pendapatan Nike

Pada 2020, pendapatan global Nike berjumlah sekitar 37,4 miliar dolar AS. Amerika Utara tetap menjadi pasar terbesar perusahaan, menyumbang 39% dari pendapatan yang didapatkan pada periode tersebut. Segmen alas kaki menjadi unit paling menguntungkan untuk Nike. Alas kaki menghasilkan $23,3 miliar untuk perusahaan dibandingkan dengan $10,9 miliar dari pakaian. Pendapatan yang didapatkan dari penjualan peralatan adalah sekitar $1,28 miliar.

Hasil yang mengesankan pada 2020 berlanjut hingga tahun fiskal berikutnya dan pada Q1 2021 pencapaian Nike sangat mengagumkan. Perusahaan melaporkan penghasilan bersih sebesar $1,45 miliar. Total penjualan naik hingga $10,36 miliar dari $10,1 miliar setahun sebelumnya, meskipun angka ini sedikit di bawah prediksi para analis, yaitu $11,02 miliar.

Bisnis langsung ke konsumen bertumbuh 20% dari tahun ke tahun, ke $4 miliar. Penjualan daring tumbuh 59%. Perusahaan mengatakan bahwa mereka membukukan lebih dari $1 miliar untuk penjualan daring di Amerika Utara untuk pertama kalinya.

Sumber: Yahoo! Finance

Laba per Saham Nike

Laba per saham ‘earnings-per-share’ (EPS) membantu para analis keuangan dan investor untuk menimbang kekuatan keuangan perusahaan. Ia dianggap sebagai salah satu variabel terpenting dalam menentukan nilai saham.

Banyak investor masih melihat EPS sebagai ukuran profitabilitas perusahaan. EPS dihitung dengan membagi keuntungan perusahaan dengan jumlah total outstanding share (jumlah saham yang beredar) dari saham biasa. EPS yang lebih tinggi berarti suatu perusahaan cukup mendapatkan keuntungan untuk membayar lebih kepada para pemegang sahamnya. Para Investor yang tidak ingin menghitung rasio sendiri dapat menemukannya di berbagai situs web keuangan, seperti Yahoo! Finance dan situs web pialang utama.

Untuk tahun fiskal 2020, EPS dasar Nike adalah $1,63 per saham sementara angka dilusian adalah $1,60 per saham.

Sumber: Yahoo! Finance

Rasio P/E Nike

Rasio price-to-earnings ‘harga/laba’ (P/E) merupakan metrik lain yang banyak digunakan oleh para analis fundamental dan investor untuk menentukan nilai suatu saham dibandingkan dengan laba perusahaan.

P/E menunjukkan saham apa yang pasar bersedia untuk beli saat ini berdasarkan labanya. P/E yang tinggi berarti bahwa harga saham relatif tinggi terhadap laba dan mungkin overvalued. Ia menunjukkan bahwa para investor memperkirakan pertumbuhan laba yang lebih tinggi di masa depan, jadi mereka bersedia untuk membayar harga saham yang lebih tinggi saat ini. Sebaliknya, P/E yang rendah dapat mengindikasikan bahwa harga saham saat ini relatif rendah terhadap laba dan mungkin undervalued.

Saham-saham yang berkembang, seperti dari berbagai perusahaan teknologi biasanya memiliki P/E yang tinggi karena para investor memperkirakan pengembalian di masa depan yang lebih tinggi. Hal ini tidak seperti nilai saham yang memiliki rasio P/E yang rendah karena para investor tidak bersedia untuk membayar harga saham yang lebih tinggi hari ini untuk mendapatkan laba di masa depan.

Rasio P/E Nike, ketika artikel ini ditulis, adalah 83,42, dihitung dari membagi harganya dengan laba per saham (133,47/1,63 = 83,42). Hal ini menyiratkan bahwa para investor bersedia untuk membayar $83,42 untuk setiap $1 yang diperoleh Nike per tahun. Dengan kata lain, mereka bersedia menunggu hingga lebih dari 83 tahun untuk memulihkan investasi mereka jika perusahaan terus mendapatkan laba di angka tersebut.

Imbal Hasil Dividen Nike

Imbal hasil dividen (diekspresikan dalam persentase) adalah suatu rasio keuangan yang menunjukkan berapa banyak perusahaan membayar dividen setiap tahun relatif terhadap harga sahamnya. Juga, disebut sebagai rasio harga dividen (ketika diekspresikan dalam rasio), imbal hasil dividen dihitung dari membagi dividen per saham dengan harga per saham. Lalu, ia dapat dikalikan dengan 100 untuk mendapatkan persentase imbal hasil.

Imbal hasil dividen berbanding terbalik dengan harga saham. Ketika harga saham naik, imbal hasil dividen turun dan sebaliknya. Karena itulah imbal hasil dividen dari saham-saham yang hancur ‘beaten-down’ seringnya terlihat sangat tinggi.

Perusahaan-perusahaan baru yang kecil dan berkembang dengan cepat membayar dividen yang lebih rendah daripada perusahaan-perusahaan yang matang di sektor yang sama. Perusahaan-perusahaan mapan yang tidak tumbuh dengan cepat membayar imbal hasil dividen tertinggi. Perusahaan-perusahaan nonsiklus yang menjual barang-barang kebutuhan pokok dan utilitas merupakan contoh dari seluruh sektor yang membayar imbal hasil rata-rata tertinggi.

Nike membayar dividen tahunan $1,10 per saham untuk fiskal tahun 2020, jadi imbal hasil dividen akan dihitung sebagai (1,1/133,47) x 100 = 0,82%.

Arus Kas Nike

Arus kas adalah kenaikan atau penurunan jumlah uang yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam keuangan, istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan jumlah dana tunai (mata uang) yang dihasilkan atau dipergunakan dalam suatu periode tertentu. Laporan arus kas mengukur seberapa baik suatu perusahaan mengelola dananya; dengan kata lain, seberapa baik perusahaan menghasilkan uang untuk membayar kewajiban utangnya dan mendanai biaya operasionalnya.

Laporan arus kas memungkinkan para investor untuk memahami bagaimana pengoperasian perusahaan dijalankan, dari mana uang berasal, dan bagaimana uang dibelanjakan. Menurut laporan fiskal 2020, Nike memiliki arus kas yang bebas sebesar $3,83 miliar seperti yang ditampilkan pada gambar di bawah.

Sumber: Yahoo! Finance

Mengapa Membeli Saham Nike?

Setelah tahun 2020 yang suram, dengan penjualan yang turun 40% di kuartal kedua, Nike memperlihatkan peningkatan penjualan. Didorong oleh hadirnya vaksin COVID-19 dan pembukaan kembali ekonomi, Nike menjadi salah satu saham retail yang akan mengambil keuntungan dari meningkatnya pengeluaran musim panas. Perusahaan juga memanfaatkan platform onlinenya untuk mendorong penjualan, juga mengakomodasi perubahan pola berbelanja yang disebabkan oleh pandemi. Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda harus membeli saham Nike:

  • Nike merupakan bagian dari permainan yang dibuka kembali dalam pasar saham;
  • Nike merupakan merek terpercaya dengan model bisnis yang mengesankan dan portofolio produk yang luas;
  • Nike merupakan pemimpin pasar di dunia pakaian dan alas kaki untuk olahraga;
  • Nike membayar dividen dengan rutin; dan
  • Nike akan mengalami peningkatan penjualan seiring kembali diselenggarakannya acara-acara olahraga.

Saran Ahli dalam Membeli Saham Nike

Olahraga akan kembali tahun ini, dengan pertandingan-pertandingan olahraga utama, seperti NFL dan NBA telah di depan mata dan Olimpiade telah dijadwalkan di bulan Agustus. Juga, ada banyak permintaan konsumen yang terpendam yang dipacu oleh tingkat penghematan yang tinggi. Karena itu, ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk membeli dan menahan posisi Nike sambil mengumpulkan lebih banyak saham saat harganya sedang turun.
- Nathan Merry
Beli Saham Nike Hari ini!

5 Hal untuk Dipertimbangkan Sebelum Membeli Saham Nike

Sebelum Anda mengambil keputusan berinvestasi, ada hal-hal tertentu yang harus Anda pertimbangkan. Berikut ini lima di antaranya: 

1. Memahami Perusahaan 

Memahami perusahaan memerlukan pengetahuan atas bisnisnya, bagaimana ia memperoleh pendapatannya, dan siapa saja pesaingnya. Anda juga dapat memahami suatu bisnis dengan melihat manajemennya dan ideologi yang dianutnya.

Investor legendaris Peter Lynch adalah seorang pendukung kuat berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang dikenal; dia meyakini bahwa Anda dapat membentuk harapan-harapan yang masuk akal atas masa depan suatu perusahaan dengan membiasakan diri sepenuhnya dengannya. Warren Buffett juga dikenal menggunakan pendekatan ini; konsep “kompetensi inti”-nya mendorong para investor untuk berfokus pada area-area yang mereka sangat pahami atau kuasai.

Namun, sebaik apa pun Anda pikir Anda memahami suatu perusahaan, pastikan untuk mempelajari semua fundamental sebelum Anda berinvestasi.  

2. Memahami Dasar-Dasar Berinvestasi

Dunia investasi menawarkan sejumlah aset dan peluang yang tampak tak ada habisnya. Dengan demikian, sangat mudah untuk tersesat dalam euforia berinvestasi. Namun, berinvestasi melampaui sekadar membeli aset dan menunggu nilainya untuk naik.

Memahami dasar-dasar berinvestasi sama halnya dengan mempelajari suatu bahasa baru. Berita baiknya adalah saat Anda sudah menguasainya, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana menginvestasikan uang Anda.

Ada banyak faktor dalam membuat strategi investasi yang baik. Manajemen risiko, diversifikasi portofolio, analisis fundamental, dan analisis teknis adalah beberapa dasar yang perlu Anda ketahui sebelum berinvestasi.

3. Memilih Pialang dengan Cermat

Pialang Anda haruslah suatu organisasi dengan kapasitas yang memenuhi sasaran investasi Anda dan yang menjaga modal Anda. Jika Anda salah memilih pialang, hal itu dapat memengaruhi pertumbuhan portofolio Anda. Secara umum, hal-hal yang harus Anda cari dari suatu pialang adalah keamanan, regulasi oleh otoritas terkait, akses ke bursa, dan opsi pembayaran.

Anda mungkin memutuskan untuk mencari pialang gratis atau pialang berbayar. Jika Anda adalah seorang investor retail kecil, pialang gratis akan sesuai untuk kebutuhan Anda karena Anda tidak akan memikul biaya transaksi yang besar. Namun, jika Anda memiliki modal besar, akan lebih baik mencari layanan dari pialang profesional yang menawarkan saran-saran investasi.

4. Memutuskan Seberapa Banyak Anda Ingin Berinvestasi

Ada beragam cara untuk memutuskan seberapa banyak yang ingin Anda investasikan di suatu saham tertentu.

Anda dapat berinvestasi sebagai persentase dari portofolio Anda, dengan aturan praktis umum untuk tidak menginvestasikan lebih dari 2% portofolio Anda di satu saham. Anda juga dapat menginvestasikan jumlah tertentu dalam saham; misalnya saham Nike senilai $1.000. Sebagai alternatif, Anda dapat memutuskan untuk memasuki pasar dengan interval, misalnya di masa koreksi pasar dan dip ‘memborong’, atau dengan menaikkan atau menurunkan rata-rata biaya saham dari waktu ke waktu. 

Kuncinya adalah jangan pernah investasikan uang yang tidak dapat tanggung kehilangannya.

5. Menentukan Tujuan Investasi Anda

Tujuan investasi membantu memperjelas arah investasi Anda di saham tertentu.

Mengapa Anda berinvestasi di saham ini? Apakah untuk bertahan dalam jangka panjang atau jangka pendek? Apakah Anda membeli saham karena Anda menyukai perusahaan itu atau melihat suatu kesempatan dalam saham yang ingin Anda manfaatkan keuntungannya? Semua itu merupakan jenis pertanyaan yang perlu Anda jawab sebelum berinvestasi dalam saham.

Mungkin Anda membeli saham untuk masa pensiun Anda atau mendanai pendidikan kuliah anak Anda. Merupakan hal yang tepat untuk memperjelas alasan mengapa Anda berinvestasi khususnya dalam saham karena hal ini membantu Anda untuk tetap tenang dan berpegang pada rencana awal Anda meskipun dengan apa pun yang terjadi di pasar.

Esensi Membeli Saham Nike

Secara singkat, Nike merupakan perusahaan global yang terus mendominasi pasar pakaian olahraga. Nike mengontrol 27,4% pasar alas kaki dan pakaian olahraga pada 2019, juga perusahaan terus berinovasi dan memperbaiki kualitas produk-produknya. Nike telah memberi keuntungan dan secara konsisten menaikkan pembayaran dividennya selama satu dekade walaupun menghadapi resesi dan pandemi global.

Untuk berinvestasi di saham Nike saat ini, satu-satunya yang harus Anda lakukan adalah mendaftar dan memiliki akun perdagangan saham di pialang, mendanai akun Anda, memilih Nike dari daftar saham, dan menempatkan order untuk membeli saham. Atau, berinvestasi melalui Rencana Pembelian Saham Langsung (DSPP) Nike.

Jika Anda belum siap untuk berinvestasi saat ini, Anda dapat melanjutkan mempelajari perusahaan dan membaca berbagai material pendidikan kami lainnya. 

Paling Sering Ditanyakan

  1. Nike terutama terdaftar di Bursa Saham New York (NYSE). Namun, saham juga ditradingkan di Bursa Saham London dan Deutsche Börse Xetra. Jadi, saham dapat dibeli dari semua bursa tersebut.

  2. Anda dapat membeli saham Nike dari pialang mana pun yang memiliki akses ke NYSE atau salah satu mitra yang diakui di Negara Anda. Jika Anda suka, Anda juga dapat menggunakan opsi DSPP Nike.

  3. Nike merupakan sebuah perusahaan yang bagus. Sahamnya telah mengembalikan lebih dari 230% dalam lima tahun terakhir (saat artikel ditulis) dan perusahaan sedang beradaptasi dengan dunia berbelanja daring ‘e-shopping’.

  4. Ya, Nike membayar dividen. Untuk tahun fiskal 2020, perusahaan membayar dividen sebesar $1,10 per saham. Dividennya telah bertumbuh selama 10 tahun berturut-turut, dengan peningkatan dividen rata-rata 10,93% per tahun. Dengan estimasi, Nike membayar 59,46% dari labanya sebagai dividen.

  5. Ya, Nike merupakan perusahaan yang menguntungkan. Pada 2020, perusahaan menghasilkan $2,54 miliar dari pendapatan sebesar $35,53 miliar, meskipun menghadapi pandemi.

  6. Analisis teknis dapat bermanfaat sebelum pembelian, untuk menyesuaikan penentuan waktu pembelian Anda. Namun, Anda harus melakukan analisis fundamental sebelumnya untuk memastikan bahwa perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang sehat. Analisis fundamental memberi Anda informasi apakah suatu perusahaan baik untuk berinvestasi sementara analisis teknis menginformasikan waktu yang tepat untuk menekan tombol beli.