HomeNewsMicrosoft Melaporkan Kinerja Q3 Tahun Fiskal 2022, Beli atau Jual?

Microsoft Melaporkan Kinerja Q3 Tahun Fiskal 2022, Beli atau Jual?

Mircea Vasiu

Microsoft melaporkan penghasilan kuartalnya hari ini, dan investor memperkirakan EPS $2,20 untuk Q3 tahun fiskanl 2022. Jadi apakah sebaiknya Anda membeli atau menjual saham Microsoft?

Investor Microsoft bersiap-siap untuk laporan kinerja kuartas yang dijadwalkan untuk dirilis hari ini selama jam pasca-pasar. Pelaku pasar memperkirakan Microsoft melaporkan EPS $2,20 untuk kuartal tersebut, dan perkiraan pendapatan tahunan untuk periode fiskal yang berakhir Juni 2022 adalah $198,73 miliar.

Microsoft adalah perusahaan yang membayar dividen. Microsoft meningkatkan pembayaran dividen tahunan selama 18 tahun terakhir berturut-turut, dan tingkat pertumbuhan dividen 5 tahunnya sebesar 9,49%.

Bagaimana kinerja harga saham Microsoft tahun ini?

Sektor teknologi terus berada di bawah tekanan tahun ini. Selama pandemi COVID-19, investor mengirim perusahaan teknologi ke rekor harga tertinggi, karena bekerja dari rumah membuat orang menjadi lebih bergantung pada produk dan layanan online.

Tetapi COVID-19 hampir berakhir, setidaknya dilihat dari fakta bahwa pembatasan dicabut hampir di mana-mana di berbagai negara maju. Dengan demikian, investor membuang saham teknologi pada tahun 2022 dan mencari peluang lain.

Harga saham Microsoft turun -17,3% sepanjang tahun ini tetapi tetap mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Apa yang dikatakan analis tentang harga saham Microsoft?

Tidak ada analis yang mengeluarkan rekomendasi jual untuk Microsoft. Dari 89 analis yang meliput harga saham, 84 mengeluarkan rekomendasi beli, dan 5 mengeluarkan rekomendasi netral.

Baru-baru ini, Citigroup mempertahankan rekomendasi belinya dengan target harga $355/saham. Begitu pula Wells Fargo, tapi kali ini target harganya jauh lebih tinggi, di $400/saham.

Saham Microsoft diperdagangkan pada P/E Non-GAAP sebesar 30,89, lebih tinggi dari median sektor sebesar 62,31%. Selama dua belas bulan terakhir, margin laba kotor perusahaan sebesar 68,83%, juga lebih tinggi dari median sektor sebesar 36,61%.