HomeAmazon

Cara Beli Saham Amazon di Tahun 2021

Amazon logo
Amazon (AMZN)
...
Perubahan 24 jam
...
exchange
...

Awalnya didirikan sebagai toko buku online oleh Jeff Bezos pada 1994, kini Amazon telah berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia, dan tidak diragukan lagi merupakan perusahaan e-commerce terbesar. Amazon menjual hampir segala hal secara virtual mulai dari buku, elektronik, mainan, makanan, obat-obatan hingga furnitur. Selain menjadi penjual retail, Amazon juga memproduksi dan menjual produknya sendiri, seperti Amazon Echo dan Kindle e-reader.

Namun, Amazon bukan hanya sekedar e-commerce; perusahaan ini telah melakukan diversifikasi ke Artificial Intelligence (AI) dan Cloud Computing (dengan Amazon Web Services, yang merupakan layanan Cloud Computing terbesar secara global). Amazon juga menawarkan layanan streaming digital – termasuk film dan acara TV-nya sendiri – melalui platform Amazon Prime Video. Di bidang musik, Amazon memiliki Amazon Music yang menawarkan akses ke jutaan lagu.

Kami telah membuat panduan ini untuk menunjukkan kepada Anda mengapa Anda mungkin ingin membeli saham Amazon setelah mempertimbangkan berbagai analisis teknis dan faktor fundamentalnya.

Cara Membeli AMZN Saham dalam 5 Langkah Mudah

  1. 1
    Kunjungi eToro melalui tautan di bawah ini dan daftar dengan mengisi detail Anda pada kolom yang diperlukan.
  2. 2
    Isi semua data pribadi Anda dan isi kuesioner dasar untuk tujuan informasi.
  3. 3
    Klik 'Deposit', pilih metode pembayaran favorit Anda dan ikuti instruksi untuk mendanai akun Anda.
  4. 4
    Cari saham favorit Anda dan cek statistiknya. Setelah Anda siap untuk berinvestasi, klik 'Trade'.
  5. 5
    Masukkan jumlah yang ingin Anda investasikan dan konfigurasikan perdagangan Anda untuk membeli saham.

Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Amazon

Sekarang, mari mengenal Amazon lebih detail dengan menjelajahi sejarah, strategi, cara menghasilkan uang, dan bagaimana kinerjanya dalam beberapa tahun terakhir.

Sejarah Amazon

Jeff Bezos mendirikan Amazon di garasi rumah kontrakannya di Bellevue, Washington, pada 5 Juli 1994. Perusahaan ini awalnya bermula sebagai toko buku online namun sejak saat itu Amazon terus berkembang menjadi perusahaan e-commerce terbesar di planet ini. Bahkan Amazon juga telah melakukan diversifikasi ke komputasi awan (Cloud Computing) dan layanan streaming digital.

Bezos mendapat ide untuk membangun perusahaan online setelah membaca laporan tentang masa depan internet pada awal 1990-an, yang memproyeksikan pertumbuhan perdagangan web tahunan sebesar 2.300%. Dari semua produk yang dapat dijual secara online, dia memilih buku karena permintaan global untuk literatur, harga unit yang rendah, dan banyaknya judul yang tersedia dalam bentuk cetak. Orang tua Bezos menawarkan modal awal hampir $250.000 untuk memulai Amazon, kemudian Bezos menjadikan mereka sebagai investor pertama perusahaannya.

Pada tahun 1997, Amazon go public dan terdaftar di bursa saham Nasdaq. Antara 1998 hingga 2004, Amazon menawarkan layanan belanja yang nyaman dan layanan lainnya kepada pelanggan. Pada tahun 2005, perusahaan meluncurkan unit komputasi awannya, Amazon AWS, dan area crowdsourcing dengan Amazon Mechanical Turk. Pada 2011, Amazon mulai menawarkan layanan streaming termasuk Amazon Music dan Amazon Video. Pada akhir 2020, Amazon mengumumkan akan membuat apotek online dan mengisyaratkan rencana untuk mengakuisisi jet untuk bisnis pengirimannya. Amazon juga telah mengakuisisi perusahaan pengiriman makanan, seperti Deliveroo dan Selz. Pada saat penulisan artikel ini, Amazon memiliki tenaga kerja sebanyak 1,3 juta karyawan.

Seperti Apa Strategi Amazon?

Strategi Amazon telah beralih dari yang dulunya sebagai toko buku online menjadi raksasa e-commerce yang menawarkan marketplace bagi berbagai perusahaan untuk menjual produk mereka. Amazon juga telah melebarkan sayapnya ke area lain seperti logistik, teknologi konsumen, Cloud Computing, dan – yang terbaru – streaming digital.

Inti dari strategi Amazon adalah menawarkan akses mudah kepada konsumen dengan segala yang mereka butuhkan untuk menjalani hidup nyaman di dunia teknologi digital seperti saat ini. Model bisnis Amazon menggunakan semua teknologi yang tersedia untuk mengintegrasikan semua yang dibutuhkan secara vertikal, untuk melayani konsumen dengan memperoleh berbagai layanan pengiriman. Amazon menggunakan manfaat pemotongan biaya dari layanan berbasis langganannya (Amazon Prime membership) untuk menarik lebih banyak pelanggan dan membuat mereka lebih sering berbelanja.

Baik itu layanan ritel online, cloud computing, atau streaming digital, Amazon secara utama melayani konsumen di ruang online. Namun, pihaknya juga mulai bereksperimen dengan toko grosir fisik Amazon Go yang akan dilayani oleh robot. Kios robot akan beroperasi tanpa kasir atau jalur checkout dan mungkin juga menggunakan drone pengiriman untuk pengiriman ke rumah.

Bagaimana Amazon Menghasilkan Uang?

Amazon memperoleh pendapatannya dari toko online, toko fisik, layanan penjual pihak ketiga, layanan langganan, dan Amazon Web Services (AWS). Ritel tetap menjadi sumber pendapatan utama perusahaan, dengan disokong toko online dan fisik yang menyumbang sebagian besar pendapatannya. Pendapatan Amazon juga termasuk dari penjual ritel dari pihak ketiga, yang diizinkan Amazon untuk menjual produk mereka di platformnya dan menagih mereka komisi atas penjualan. Produk yang dijual melalui penjual ritel pihak ketiga seringkali merupakan barang yang kurang umum dengan harga beli yang lebih tinggi. Dengan menggunakan pengecer pihak ketiga, Amazon dapat menghindari perputaran inventaris yang lebih tinggi dan mengurangi keuntungannya dengan menahan barang dalam waktu lama.

Model berbasis langganan Amazon, layanan Amazon Prime, juga berkontribusi pada pendapatan Amazon. Berlangganan pada akun Amazon Prime dengan membayar sejumlah uang per tahunnya akan mendapatkan penawaran kepada setiap pelanggan yang memungkinkan pengiriman gratis dalam waktu dua hari bahkan di hari yang sama untuk beberapa barang yang memenuhi syarat. Langganan ini juga memungkinkan pelanggan untuk melakukan streaming sebagian besar media Amazon dan konten hiburan. Kindle, yang memungkinkan pelanggan membaca buku secara online, adalah model langganan lain yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

Unit komputasi awan, Amazon Web Service (AWS), adalah sumber pendapatan utama lainnya. AWS saat ini mengontrol sekitar sepertiga dari pasar cloud global, yang hampir dua kali lipat dari pesaing terdekatnya: Microsoft. Meskipun tidak menyumbang pendapatan terbesar ke Amazon, AWS sejauh ini merupakan penyumbang pendapatan operasi tertinggi. Perusahaan melihat AWS sebagai katalis pertumbuhan kuat yang akan terus mendatangkan pelanggan baru dengan peningkatan adopsi perusahaan.

Dalam laporan keuangannya, Amazon membagi bisnisnya menjadi tiga segmen: Amerika Utara, Internasional, dan AWS. Segmen Amerika Utara dan Internasional mengacu pada geographical breakdown dari bisnis ritel Amazon. Jadi, kedua segmen tersebut menggambarkan pendapatan dan laba operasional dari penjualan ritel, layanan berlangganan, serta ekspor dari Amerika Utara dan seluruh dunia.

Misalnya, pada Tahun Fiskal 2020, yang berakhir pada 31 Desember 2020, Amerika Utara menyumbang pendapatan sebesar $236,3 miliar, yang merupakan peningkatan sebesar 38,4% dari FY 2019 dan mewakili sekitar 61% dari pendapatan bersih perusahaan untuk tahun tersebut. Segmen Internasional menyumbang pendapatan $104,4 miliar, yang mewakili 27% dari total pendapatan bersih, sedangkan segmen AWS menghasilkan pendapatan sebesar $45,4 miliar, yang mewakili sekitar 12% dari total pendapatan bersih.

Dalam hal laba operasional pada TA 2020, segmen Amerika Utara menghasilkan $8,7 miliar, yang terdiri dari sekitar 38% dari total pendapatan operasional untuk semua segmen. Segmen Internasional melaporkan pendapatan operasional sebesar $717 juta, yang hanya menyumbang sekitar 3% dari total pendapatan operasional untuk semua segmen. Menariknya, segmen AWS menghasilkan $13,5 miliar, yang mewakili 59% dari total pendapatan operasional untuk semua segmen.

Bagaimana Kinerja Amazon dalam Beberapa Tahun Terakhir?

Amazon telah tumbuh dengan mantap selama bertahun-tahun, dan pertumbuhan ini terwujud pada harga saham yang terus meningkat selama lima tahun terakhir: dari $671,41 pada minggu pertama Mei 2016 menjadi $3467,42 pada akhir minggu terakhir April 2021. Apresiasi harga lebih dari 400% ini dapat berarti bahwa seseorang yang menginvestasikan $10.000 di Amazon lima tahun yang lalu akan mendapatkan keuntungan lebih dari $41.000 di tahun 2021 ini.

Sumber: Yahoo! Finance

Analisis Fundamental Amazon

Analisis fundamental adalah metode mengevaluasi aset untuk mengetahui nilai sebenarnya, sehingga Anda dapat memproyeksikan kinerja perusahaan di masa depan.

Tidak seperti analisis teknis, yang melibatkan penggunaan pola tertentu dalam pergerakan harga saham untuk meramalkan pergerakan harga di masa depan, analisis fundamental adalah proses untuk menentukan kesehatan dan nilai intrinsik perusahaan yang mendasarinya. Saat melakukan analisis fundamental suatu saham, Anda akan tertarik pada faktor atau rasio tertentu yang menunjukkan seberapa baik kinerja perusahaan. Beberapa faktor tersebut antara lain manajemen perusahaan dan goodwill yang tidak dapat diukur, serta pendapatan, EPS, rasio P/E, laba, imbal hasil dividen, dan arus kas yang dapat diukur.

Selanjutnya, kita akan melihat rasio terukur tersebut untuk melihat bagaimana Anda dapat menggunakannya dalam analisis Anda.

Pendapatan Amazon

Pendapatan perusahaan, juga dikenal sebagai penjualan kotor, mengacu pada jumlah total uang yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Saat menganalisis laporan triwulanan atau tahunan perusahaan, pendapatan biasanya merupakan hal pertama yang Anda lihat di bagian atas laporan laba rugi (itulah mengapa kadang-kadang disebut " top line"). Anda bisa mendapatkan laporan dari situs web perusahaan, tetapi beberapa broker saham juga telah menyertakan tautan di website mereka.

Pertumbuhan pendapatan – ketika pendapatan saat ini lebih tinggi dari pada periode yang sama di tahun sebelumnya – adalah hal yang baik untuk saham perusahaan. Pendapatan Amazon untuk tahun fiskal 2020 yang berakhir pada 31 Desember 2020, tumbuh sebesar 37,6% menjadi $386,1 miliar dibandingkan dengan $280,5 miliar pada tahun fiskal 2019.

Sumber: Yahoo! Finance

EPS Amazon

Dalam analisis keuangan suatu perusahaan, laba adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan selama periode yang ditelaah setelah semua biaya dan pajak dipotong dari pendapatan. Karena pendapatan disebut " top line", Anda dapat menyebut laba sebagai "bottom line".

Sebagai pemegang saham, penghasilan total tidak terlalu penting karena Anda tidak memiliki seluruh perusahaan. Yang lebih berguna adalah earning per share (EPS), yaitu rasio keuangan penting yang menunjukkan seberapa menguntungkan perusahaan selama periode yang ditinjau.

EPS Amazon dihitung dengan membagi pendapatan bersihnya dengan jumlah total saham biasa yang beredar. Semakin tinggi EPS, semakin menguntungkan bisnisnya. Meskipun Anda dapat menghitung EPS sendiri, EPS sering kali disediakan di berbagai website keuangan, seperti Yahoo! Finance di mana (pada saat penulisan artikel ini) EPS Amazon adalah 14.09.

EPS digunakan untuk menghitung rasio lain, yaitu rasio P/E, yang akan kita bahas selanjutnya.

Rasio P/E Amazon

Rasio harga/laba atau price-to-earning rasio (P/E) adalah rasio keuangan yang mengukur harga saham perusahaan saat ini relatif terhadap pendapatan per sahamnya. Rasio ini dihitung dengan membagi harga saham perusahaan saat ini dengan laba per sahamnya.

Secara umum, P/E yang tinggi menunjukkan bahwa investor mengharapkan pertumbuhan laba yang lebih tinggi di masa mendatang, sehingga mereka bersedia membayar harga saham yang lebih tinggi hari ini. Namun, di luar level tertentu, P/E yang tinggi itu bisa berarti perusahaan dinilai terlalu tinggi. Secara historis, P/E rata-rata Indeks S&P 500 yang sering digunakan sebagai patokan berkisar antara 13 hingga 15.

Untuk menghitung rasio P/E Amazon, Anda cukup membagi harga saham saat ini dengan EPS. Mengambil tahun fiskal 2020 sebagai contoh, perhitungan pada saat penulisan artikel ini akan menjadi 3467,42/14,09 = 246,10. Dengan demikian investor bersedia membayar $246,10 untuk setiap $1 yang diperoleh Amazon per tahun. Dengan kata lain, Amazon membutuhkan lebih dari 246 tahun untuk mendapatkan cukup uang untuk membayar kembali investasi Anda.

Rasio P/E Amazon bisa dikatakan berada di sisi yang tinggi dibandingkan harapan investor terhadap pertumbuhan laba di masa depan. Hal ini dapat berarti bahwa perusahaan tersebut dinilai terlalu tinggi. Tetapi P/E tidak memperhitungkan tingkat pertumbuhan laba perusahaan. Jadi, rasio PEG, yang mengukur hubungan antara rasio P/E dan pertumbuhan laba, memberikan penjabaran yang lebih lengkap daripada P/E saja.

Imbal Hasil Dividen Amazon

Dividen adalah pembayaran yang dilakukan perusahaan kepada pemegang saham sebagai bagian dari pendapatan perusahaan. Dividen merupakan bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan di antara para pemegang sahamnya.

Perusahaan yang membayar dividen biasanya mengumumkan dividen dua kali setahun, dan informasi semacam itu dapat ditemukan di website keuangan mayor atau website broker saham Anda.

Hasil dividen membandingkan pembayaran dividen perusahaan (untuk tahun ini) dengan harga sahamnya. Jika perusahaan membayar $1 dalam bentuk dividen tahunan dan harga saham saat ini adalah $20, maka hasil dividen adalah 1/20, dinyatakan dalam persentase untuk mendapatkan 5%.

Banyak para investor menyukai saham dengan hasil dividen yang baik karena mereka memegang sahamnya untuk waktu yang lama, dan mereka ingin memastikan bahwa uang yang mereka hasilkan dari memegang saham lebih baik daripada tingkat bunga yang akan mereka terima untuk menyimpan uang itu dengan bank. Trader, di sisi lain, memegang saham untuk waktu yang singkat dan lebih tertarik untuk menghasilkan uang melalui fluktuasi harga jangka pendek daripada dividen.

Meskipun menghasilkan EPS yang tinggi, Amazon belum mulai membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Sebaliknya, perusahaan tersebut mengembalikan pendapatannya ke dalam bisnis, yang merupakan salah satu alasan apresiasi modal saham yang sangat besar.

Arus Kas Amazon

Arus kas mengacu pada jumlah bersih kas atau ekuivalennya yang masuk dan keluar dari bisnis. Uang tunai yang masuk ke dalam bisnis disebut arus kas masuk dan yang keluar dari bisnis disebut arus kas keluar.

Agar perusahaan tetap sehat, suatu perusahaan harus menghasilkan arus kas positif, yang berarti arus kas masuk harus lebih besar daripada arus kas keluar. Seperti banyak perusahaan lain dengan kondisi keuangan yang baik, Amazon mempertahankan arus kas yang positif.

Sumber: Yahoo! Finance

Mengapa Membeli Saham Amazon?

Strategi bisnis Amazon akan terus menguntungkan karena produk dan layanannya sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Dari berbelanja, streaming, hingga cloud computing, orang akan selalu membutuhkan layanan-layanan Amazon tersebut. Bahkan hingga saat ini Amazon terus berusaha menciptakan nilai lebih bagi para pelanggannya.

Jadi, saham Amazon masih memiliki kesempatan untuk berkembang dibandingkan dengan saham lain, dan inilah alasannya:

  • Amazon tidak bertumpu pada pertumbuhannya yang mengesankan selama bertahun-tahun, Amazon terus berusaha menciptakan nilai lebih bagi para pelanggannya – konsep baru kios robot merupakan salah satu contohnya
  • Merek Amazon dipercaya secara global
  • Amazon telah mencatat pertumbuhan pendapatan di masa lalu, selalu mengalahkan ekspektasi analis

Saran Ahli dalam Membeli Saham Amazon

Pada saat penulisan artikel ini, saham Amazon ditradingkan dengan harga sekitar $3467,42 per saham. Jadi, jika Anda tidak memiliki modal investasi yang besar, sebaiknya beli saham melalui broker dan platform yang menawarkan saham pecahan.
- Nathan Merry
Beli Saham Amazon Hari ini!

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Anda Membeli Saham Amazon

Sebelum Anda membeli saham Amazon, berikut lima hal yang harus Anda lakukan:

1. Pahami Perusahaan

Sebelum Anda menaruh uang Anda di perusahaan mana pun, Anda harus memahami perusahaan tersebut: apa yang dilakukannya dan bagaimana perusahaan tersebut menghasilkan uang. Jika memungkinkan, belilah saham di perusahaan yang produknya sudah Anda gunakan. Namun, mengenal suatu perusahaan seharusnya tidak menghentikan Anda dari melakukan analisis fundamental untuk memastikan kesehatan keuangan perusahaan sebelum berinvestasi.

2. Pahami Dasar-Dasar Berinvestasi

Sebelum mencoba berinvestasi di Amazon, Anda perlu mempelajari dasar-dasar berinvestasi. Anda harus mempelajari hal-hal seperti manajemen risiko, manajemen uang, dan diversifikasi. Meskipun manajemen risiko dan manajemen uang memungkinkan Anda untuk mengontrol seberapa banyak kerugian yang dapat Anda alami jika terjadi kesalahan, diversifikasi menawarkan cara untuk menyebarkan risiko Anda ke beberapa saham.

3. Pilih Pialang Anda dengan Hati-hati

Pastikan untuk memilih pialang yang terdaftar di lembaga regulator jasa keuangan di negara tempat tinggal Anda sehingga Anda dapat yakin bahwa mereka tidak dapat dengan mudah melarikan diri dengan uang Anda dan Anda bisa mendapatkan beberapa bentuk perlindungan dari skema kompensasi finansial apa pun di negara Anda. Selain status regulasi, Anda juga harus mempertimbangkan komisi trading dan trading tools yang ditawarkan oleh pialang/broker sebelum membuat pilihan.

4. Putuskan Berapa Banyak Anda Ingin Berinvestasi

Satu aturan penting dalam berinvestasi adalah jangan pernah berinvestasi lebih dari yang bisa Anda tanggung kerugiannya. Juga, jangan berinvestasi dengan uang pinjaman tidak peduli seberapa baik menurut Anda kinerja saham: Leverage – yang berarti berinvestasi dengan uang pinjaman – adalah pedang bermata dua.

Ketika Anda telah menabung modal Anda, Anda harus menentukan persentase dari modal yang akan Anda alokasikan untuk satu saham dan bagaimana Anda ingin menginvestasikan uang tersebut. Mungkin lebih baik untuk menskalakan secara bertahap dan mempraktikkan dollar-cost-averaging. Metode apa pun yang Anda pilih, pastikan untuk mendiversifikasi portofolio Anda di berbagai saham dan bahkan kelas aset yang berbeda untuk menghindari risiko sistemik.

5. Tentukan Tujuan Investasi Anda

Terakhir, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi Anda: mengapa Anda berinvestasi dan berapa lama Anda berniat untuk menahan investasi Anda? Bisa jadi Anda berinvestasi untuk membangun dana pensiun Anda untuk dapat Anda nikmati di masa pensiun. Tapi kemudian, apa strategi investasi Anda? Anda harus tahu kapan harus menjual: bisa pada waktu tertentu di masa depan atau ketika fundamental perusahaan tidak lagi terlihat bagus, atau Anda bahkan mungkin ingin memegang saham tanpa batas. Apapun masalahnya, tuliskan tujuan dan rencana investasi Anda.

Bottom Line dalam Membeli Saham Amazon

Singkatnya, Amazon merupakan e-commerce yang memanfaatkan teknologi untuk membuat belanja jauh lebih mudah sambil menyediakan akses online ke hiburan dan layanan web. Anda dapat membeli saham Amazon melalui pialang atau broker saham atau melalui Amazon DSPP.

Untuk berinvestasi di saham Amazon sekarang, yang Anda butuhkan hanyalah mendaftar ke akun trading saham di pialang saham, mendanai akun Anda, memilih Amazon dari daftar saham yang dikategorikan, dan memesan untuk membeli saham.

Jika Anda belum siap untuk berinvestasi sekarang, teruslah mematangkan wawasan diri Anda sendiri dengan membaca panduan kami yang lain sampai Anda siap untuk berinvestasi. Anda juga dapat berlatih "paper trading" menggunakan akun demo broker saham untuk membiasakan diri dengan platform dan tools yang dimiliki broker.

Paling Sering Ditanyakan

  1. Pertumbuhan eksplosif Amazon di tahun-tahun awalnya terjadi dengan mengorbankan profitabilitas; pengorbanan itu berupa kehilangan uang selama 17 kuartal pertama sebagai perusahaan publik. Perusahaan mencatat keuntungan pertamanya hanya 1 sen per saham pada Q4 2001, tetapi semakin meningkat pesat hingga akhir tahun 2020, keuntungan kotor Amazon mencapai lebih dari $94 miliar, dengan keuntungan bersihnya mencapai lebih dari $21 miliar!

  2. Meskipun Amazon secara konsisten menguntungkan dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tidak pernah membayar dividen tunai kepada pemegang saham umumnya. Amazon lebih suka mengumpulkan kembali pendapatannya untuk mengejar pertumbuhan. Kebijakan itu mungkin tidak akan berubah di masa mendatang.

  3. Aturan pertama adalah hanya membeli saham dengan persentase tertentu dari modal investasi Anda yang dapat Anda tanggung kerugiannya. Hal lain yang dapat Anda lakukan adalah menempatkan perintah stop-loss yang akan membuat Anda keluar dari pasar jika trading membuat kerugian dalam jumlah tertentu. Tetapi Anda tidak boleh menetapkan stop loss terlalu dekat dengan harga masuk atau terlalu jauh darinya.

  4. Ya, Anda juga dapat melakukan analisis teknis sebelum membeli saham Amazon, asalkan analisis fundamental Anda menunjukkan bahwa perusahaan dalam keadaan keuangan yang baik. Sementara analisis fundamental memberi tahu Anda apakah suatu perusahaan bagus untuk investasi, analisis teknis dapat memberi tahu Anda waktu yang tepat untuk menekan tombol beli.

  5. Dengan harga saham Amazon saat ini sebesar $3.467,42, Anda bahkan tidak dapat membeli satu saham pun dengan modal investasi $1000. Namun, Anda masih dapat menginvestasikan $1.000 Anda di Amazon dengan menggunakan platform pialang/broker seperti Robinhood yang memungkinkan trading saham pecahan.

  6. Amazon terutama terdaftar di bursa saham Nasdaq, tetapi saham tersebut juga ditradingkan di bursa saham London dan bursa EURONEXT. Bergantung di mana broker Anda berada, Anda dapat membeli saham dari salah satu bursa tersebut.